Kam. Okt 29th, 2020

Pantau News

Aktual dan Terpercaya

Tenang! Meterai Lama Masih Bisa Digunakan, Asal?

PANTAUNEWS.COM– Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam hal ini Direktorat Jendral Pajak akan memberlakukan bea meteraiRp10.000 mulai 1 Januari 2021. Namun pemakaian bea meterai lama masih bisa digunakan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo mengatakan, meterai lama yang saat ini masih beredar, yakni Rp3.000 dan Rp6.000, masih berlaku sampai setahun ke depan.

“Kami siapkan transisi, meterai lama masih bisa dipakai hingga setahun,” ujar Suryo dalam diskusi virtual, Rabu, 30/9/2020.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Peraturan Perpajakan I Ditjen Pajak Arif Yanuar mengatakan, masyarakat bisa membubuhkan dua meterai di masa transisi, minimal Rp3.000 dan Rp6.000 atau sejumlah Rp9.000. Menurutnya, hal ini bisa dilakukan untuk setahun ke depan selama masa transisi.

Baca Juga:  Himbauan Untuk Tidak Berserikat, Adv Razi Mahfudzi: Satpam Termasuk Bagian dari Pengamanan Terbatas

“Dengan cara memateraikan dalam dokumen minimal nominal Rp9.000. Jadi bisa dipasang Rp6.000 dan Rp3.000 atau Rp6.000 dan Rp6.000 kalau enggak ada stok yang Rp 3.000. Pokoknya minimal Rp9.000. Sampai dengan satu tahun ke depan. Ini masa transisinya,” jelasnya.

Sebagai informasi, batas nilai dokumen yang dikenai tarif bea meterai pun dinaikkan, yakni menjadi Rp5 juta. Tadinya, dokumen dengan nilai kurang dari atau sama dengan Rp1 juta sudah dikenai bea meterai.

Selain dokumen dengan nilai di bawah Rp5 juta, dokumen yang sifatnya untuk penanganan bencana alam juga tidak dikenai bea meterai. Dokumen untuk kegiatan yang bersifat non-komersial juga tidak diwajibkan untuk dikenai bea meterai.

Baca Juga:  BLT Rp600 Ribu untuk Pekerja Bergaji Dibawa Rp5 Juta Tahap II dalam Proses

Kenaikan bea meterai akan mengganti UU sebelumnya, yakni UU No. 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai. Tarif bea meterai nantinya diberlakukan satu harga dari sebelumnya terbagi atas meterai Rp3.000 dan Rp6.000.

banner 300250

Kategori