Kam. Okt 29th, 2020

Pantau News

Aktual dan Terpercaya

PANTAUNEWS.COM – beberapa hari terakhir ini muncul seruan dari beberapa pihak agar Pilkada 9 Desember 2020 yang di ikuti 270 daerah ditunda seruan tersebut datang dari mantan Wakil Presiden RI Muhammad Yusuf Kalla, Ketum PBNU KH. Said Akil Siraj, KOMNASHAM, Pimpinan MPR RI dan Pimpinan DPD RI dengan alasan semakin bertambahnya jumlah orang yang terinfeksi virus Corona, belum ditemukan Vaksin Virus Corona dan melindungi keberlangsungan hidup manusia sangat penting dibandingkan memaksakan gelaran Pilkada tahun 2020.

Data yang dirilis oleh Ketua KPU RI terdapat 60 orang BACALON kepala daerah yang positif Covid. 19 bahkan penyelenggara Pilkada tahun 2020 mulai dari pusat sampai ke daerah tidak sedikit yang terpapar Covid. 19. Sebelum penulis memberikan gagasan terkait mungkinkah Pilkada tahun 2020 di tunda termasuk di Kota Dumai, penulis mencoba menelaah dari beberapa aspek yang rasionalistik diantaranya:

1. Aspek Data kasus Covid-19 di Indonesia dan Kota Dumai

– Data tanggal 20 September 2020 kasus Covid. 19 di Indonesia mengalami lonjakan yang mengkhawatirkan dengan rincian sebagai berikut:
Jumlah Positif 244.676
Jumlah sembuh 177.327
Jumlah yang meninggal 9553

– Data tanggal 20 September 2020 kasus Covid. 19 di Kota Dumai juga mengalami lonjakan yang luar biasa, bahkan berstatus ‘Zona Merah’. RSUD Kota Dumai sudah Over kapasitas dalam menangani pasien Covid-19 dengan rincian kasus sebagai berikut:
Jumlah positif 365 orang
Jumlah sembuh 181 orang
Jumlah meninggal 12 orang

Baca Juga:  Ayah Atta Halilintar Dilaporkan Mantan Istri Kedua ke Polisi

2. Aspek Regulasi

Pilkada tahun 2020 identik dengan mobilisasi massa PKPU tentang kampanye misalnya menggelar konser musik , bazar, sepeda santai hingga perayaan hari ulang tahun Partai masih diperbolehkan begitu juga kampanye tatap muka dengan jumlah yang terbatas juga masih diperbolehkan kendati masih dalam pembahasan bila mana pembahasan kegiatan kampanye tersebut diperbolehkan maka sangat rawan penularan Virus Covid. 19 karena Paslon tidak bisa mengontrol secara keseluruhan massa pendukungnya agar mematuhi protokol kesehatan dalam melaksanakan kegiatan kampanye yang mengumpulkan orang banyak.

3. Aspek Syariat

Islam mendorong segala hal yang menjaga keselamatan jiwa manusia dan melarang segala bentuk yang mengancam jiwa manusia sesuai dengan prinsip dasar syariat yang disebut sebagai Addhoruriat Al Khams Hifzhunnafsi menjaga jiwa. Nabi Muhammad Bersabda yang artinya, “menghindarkan kamu dari orang yang terkena lepra sebagaimana engkau lari dari singa (HR. Bukhori). Dalam mensikapi wabah ikutilah yang berilmu bukan hawa nafsu yang tidak terukur dan terstruktur.

4. Aspek maklumat MUI, MUI Riau dan MUI Kota Dumai

Mencermati dan mempelajari perkembangan peningkatan angka terpapar Covid.-19 di Indonesia, Provinsi Riau dan Kota Dumai, maka MUI, MUI Riau dan MUI Kota Dumai mengeluarkan Maklumat yang salah satu isinya yaitu untuk menjauhi tempat tempat keramaian atau berkumpul kumpul karena hal demikian sangat berpotensi terjadinya proses penularan Covid-19.

Baca Juga:  Usai Dinikahi Atta Halilintar, Aurel Bakal Berhijab

Pertanyaannya mungkinkah Pilkada tahun 2020 di tunda ?

Seiring melonjaknya angka yang positif dan meninggal akibat virus corona, hemat penulis secara aturan Perppu Nomor 2 tahun 2020 membolehkan Pilkada tahun 2020 ditunda apabila penyebaran virus corona belum hilang bahkan makin mengkhawatirkan. Namun KPU tidak bisa memutuskan sendiri harus melibatkan Pemerintah dan DPR RI.

Kendati demikian sangat mustahil sekali, apabila Pilkada tahun 2020 ditunda dengan alasan uang negara sudah banyak tersedot untuk membiayai Pilkada Serentak Tahun 2020. Begitu juga tahapan Pilkada yang sudah hampir dipenghujung.

Seyogyanya Pemerintah, DPR dan KPU jauh jauh hari sudah menyiapkan skenario tahapan-tahapan tertentu, bila kasus Covid-19 semakin mengkhawatirkan terhadap keselamatan jiwa sebagaimana yang kita alami pada saat sekarang. Sehingga tahapaan berjalan sesuai dengan kondisi sekarang yang sudah terkondisikan jauh jauh hari tanpa ada tugas baru yang akan dibahas sesuai dengan kondisi sekarang ini.

Namun ada beberapa solusi Pilkada tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan jiwa diantaranya:

1. Membuat aturan pengetatan yang isinya mendiskualifikasi calon kepala daerah bagi yang melanggar protokol kesehatan. Aturan tersebut riskan bagi calon kepala daerah. Persoalannya, apakah massa pendukung calon kepala daerah bersedia untuk mematuhi protokol kesehatan?. Apa lagi semakin tinggi angka kasus Covid-19 di Indonesia termasuk juga di kota Dumai ternyata masyarakat masih banyak yang cuek cuek aja kesadaran masyarakat belum maksimal dalam memutus mata rantai wabah corona. Calon kepala daerah tentu tidak mau mengambil resiko akibat kurangnya kesadaran massa pendukung dalam mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga:  Tak Perlu Jijik, Ini Manfaat Tak Terduga Mengecek Bentuk Kotoranmu

2.Segala bentuk kampanye tatap muka dengan jumlah terbatas cukup menggunakan sistem daring guna mencegah penyebaran Virus Corona.

3.Pemilihan dilaksanakan di DPRD.

Potensi kerawanan penyebaran virus corona bukan pada masa kampanye saja, sekiranya nanti kampanye tatap muka dengan jumlah terbatas diganti dengan sistem daring. Namun, perlu juga kita ingat ketika hari pencoblosan juga mengumpulkan orang banyak di TPS.

Berapa banyak pula TPS yang tersebar di daerah- daerah yang melaksanakan Pilkada Serentak 2020. Tentu fantastis jumlahnya,  hal tersebut juga berpotensi terhadap penyebaran virus corona.

Dengan pemilihan melalui DPRD, resiko penyebarannya sangat kecil. Kita tentu tidak menginginkan Pilkada 2020 ikut memberikan kontribusi angka Kasus Covid-19 di negeri ini yang kita sebut dengan ‘Klaster Pilkada’. Keselamatan jiwa lebih diutamakan agar wabah virus corona tidak semakin menggila di negeri ini.

Selalu kita bermohon kepada Allah agar Allah cepat angkat wabah ini dan Allah lindungi kita dari segala mara bahaya. Allah berikan kita pemimpin yang lebih baik dari yang baik baik. Aamiin Yaa Allah.

Ditulis Oleh : Robi Aslam

Penulis adalah seorang Aktivis dan Eks Komisioner KPU Dumai

banner 300250

Kategori