banner 300250

Kategori

02/12/2020

Pantau News

Aktual dan Terpercaya

Reaksi Ustaz Abdul Somad saat Macron Hina Islam dan Nabi Muhammad

PANTAUNEWS.COM – Presiden Prancis Emmanuel Macron menuai gelombang protes dan kecaman atas pernyataannya menghina Islam dan Nabi Muhammad. Dai kondang Ustaz Abdul Somad turut mereaksi isu yang menjadi perhatian negara-negara Islam di dunia ini.

UAS, sapaan akrab Ustaz Abdul Somad, mengunggah tulisan dari Journal Alazhar dalam merespons isu tentang penghinaan Islam ini. Melalui akun Instagram, ulama lulusan Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir ini menuliskan keterangan foto dengan judul “Al Azhar Tegas Tolak Negoisasi Prancis.”

UAS menuliskan, Dubes Perancis memohon kepada Grand Syaikh Al-Azhar Syaikh Ahmad Thayib agar membantunya untuk menghentikan gelombang boikot produk-produk Prancis. Namun beliau permintaan tersebut ditolak.

Baca Juga:  Dihadiri GM FKPPI, Kapolda Jambi Gelar Silahturahmi dengan Beberapa Ormas dan OKP

Syaikh Ahmad Thayib mengatakan, “Kami tidak menerima negoisasi terkait kasus penghinaan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Macron harus segera meminta maaf.”

“Kata Syaikh Ali Jumah, ‘Orang yang menggambar dan menistakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang dungu anaknya orang dungu dan orang tuanya telah gagal mendidiknya’,” kata UAS, dikutip Rabu, 28/10/2020.

Macron panen kecaman setelah menyerang Islam terkait pidatonya saat pemakaman guru sejarah di Prancis. Guru tersebut meninggal dibunuh remaja 18 tahun.

Saat itu Macron menekankan Prancis tak akan menyerah soal kartun, mengindikasikan negara itu tidak akan melarang penerbitan kartun Nabi Muhammad, langkah yang memicu amarah umat Islam di seluruh dunia.

Baca Juga:  Klaim Token Listrik Gratis Agustus di www.pln.co.id, Begini Caranya

Macron juga menyebut Islam sebagai agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia. Ucapan presiden yang menikahi perempuan tua itu pun memicu gelombang protes.

Sejumlah negara muslim mengecam politikus LREM tersebut. Beberapa negara Arab, seperti Qatar, Kuwait, Yordania, mendesak warganya memboikot produk Prancis. Bahkan, warga Arab Saudi turut meramaikan media sosial (medsos) untuk tidak membeli produk Prancis. Begitu pula Turki yang mengecam keras dan menyerukan pula boikot.

Sikap tegas juga ditunjukkan Indonesia. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah memanggil Duta Besar Prancis di Jakarta Olivier Chambard.

“Kemlu telah memanggil Duta Besar Prancis hari ini. Dalam pertemuan tersebut kemlu telah menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam,” ujar Juru Bicara Kemlu, Teuku Faizasyah, Selasa, 27/10/2020.

Baca Juga:  Layani Sistem By Order, RM Salero Tetap Buka Walaupun Diterpa 'Badai Corona'

Ribuan orang dari berbagai elemen di Indonesia juga mengecam Macron. Mereka menggelar aksi di depan kantor Kedubes Prancis, Jakarta, Rabu, 28/10/2020.

Sumber: Inews.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *