banner 300250

Kategori

26/11/2020

Pantau News

Aktual dan Terpercaya

Proyek yang Dimotori PUTR Rohil, BPK Temukan Sejumlah Permasalahan

PANTAUNEWS.COM – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia menemukan sejumlah permasalahan pada proyek peningkatan jalan yang dimotori oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Permasalahan yang dimaksud yakni, adanya kekurangan volume dan rekapitulasi ketidaksesuaian spesifikasi beton pada sejumlah proyek peningkatan jalan tersebut.

Adapun proyek-proyek itu, pertama peningkatan Jalan Poros Pekaitan. Pekerjaan ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) reguler tahun 2019, dengan nilai Rp15 miliar lebih. Adapun perusahaan yang mengerjakan proyek ini, PT Arung Samudera Jaya. Berdasarkan pemeriksaan BPK, ditemukan kekurangan volume sebanyak Rp61.894.672,53.

Yang kedua, proyek peningkatan Jalan Bagan Batu-Tanjung Medan. Pekerjaan proyek ini juga menggunakan DAK reguler tahun 2019, dengan nilai Rp15 miliar lebih. Proyek ini dikerjakan oleh PT Bangun Purba Satahi. Berdasarkan temuan BPK, dalam proyek ini terdapat kekurangan volume sebanyak Rp75.273.081,66.

Baca Juga:  Herdi Salioso Hadiri Penyerahan Bantuan Sembako Perusahaan se-Kota Dumai di Balai LAMR

Selanjutnya yang ketiga, yakni proyek peningkatan Jalan Poros Bangko Pusaka. Proyek ini dikerjakan oleh PT Donny Putra Mandiri pada tahun 2019. Yang mana, dalam proyek ini, Pemerintah Kabupaten Rohil menggelontorkan uang sebanyak Rp8 miliar lebih. Namun, berdasarkan temuan BPK, terdapat kekurangan volume pekerjaan senilai Rp82.181.808,15.

Kemudian proyek keempat, peningkatan Jalan Pinggir Sungai Rokan. Proyek ini dikerjakan oleh PT Cahaya Kurnia Riau pada tahun 2019. Yang mana, dalam proyek ini, menghabiskan uang sebanyak Rp12 miliar lebih. Meskipun proyek sudah dinyatakan siap 100 persen, akan tetapi dalam temuan BPK kekurangan volume pekerjaan. Yang mana nilainya sebesar Rp146.142.800,88.

Proyek terakhir yang menjadi temuan BPK pada tahun 2019 yakni, peningkatan Jalan Poros Kubu. Proyek lanjutan dari tahun sebelumnya ini, dikerjakan oleh PT Semangat Hasrat Jaya. Adapun nilai proyek itu sebesar Rp17 miliar lebih. Namun, berdasarkan temuan BPK, terdapat rekapitulasi ketidaksesuaian spesifikasi beton pada proyek tersebut. Yang mana nilainya sebesar Rp412.370.849,24.

Baca Juga:  Nasdem akan Merapat ke Pasangan Skawan? Sukiman: Insya Allah!

Terkait hal ini, saat dihubungi Kepala Dinas PUTR Kabupaten Rohil, Jhon Syafrindo, untuk mengkonfirmasi mengenai temuan BPK terhadap 5 proyek tersebut. Namun, nomor telepon sang Kadis tidak dapat dihubungi.

Begitu juga saat dikonfirmasu kembali mengenai temuan BPK tersebut kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohil, Gaos Wicaksono SH MH, tidak mengangkat teleponnya.

Sumber: Klik MX

Editor: Edriwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *