banner 300250

Kategori

26/11/2020

Pantau News

Aktual dan Terpercaya

Dugaan Sering Ribut Sama Istrinya, Pria 42 Tahun Nekat Gantung Diri

PANTAUNEWS.COM – Warga Kelurahan Bukit Batrem, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai dihebohkan seorang pria menggantung diri didalam rumahnya. Pria yang diduga bernama EP (42), beralamat di Jalan Utama Karya, mengakhiri hidupnya sesudah cekcok dengan istrinya dengan leher terjerat kabel listrik, Jumat, 7/8/2020 kemarin sekitar pukul 11.30 WIB.

EP yang berprofesi sebagai buruh harian lepas ini, sebelum mengakhiri hidupnya sempat menuliskan sepucut surat kepada sang istri dan mengirimkan pesan singkat kepada anak laki-lakinya. Dugaan sementara,  korban nekat melakukan tindakan gantung diri lantaran memiliki masalah sama istrinya.

Seperti dilansir Dumaiposnews.com, Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira melalui Kapolsek Dumai Timur Kompol Ade Zaldi membenarkan adanya penemuan salah seorang warga yang nekat gantung diri tersebut.

Baca Juga:  Peringati Harlah PKB ke-22 Tahun, Abdul Wahid Ingin PKB Jadi Partai yang Selalu Membela Masyarakat

Diceritakannya Kapolsek, berdasarkan keterangan sejumlah saksi kejadian itu berawal ketika anak korban mengintip dari kaca jendela rumah dan melihat orangtua laki-lakinya sudah dalam keadaan gantung diri.

“Mengetahui hal itu anak korban lalu memanggil bibinya dan lalu mendobrak pintu rumah korban dalam keadaan tergembok. Berhasil masuk kedalam rumah, korban ditemukan sudah dalam keadaan tergantung diruang tamu dan anak korban beserta bibinya meminta pertolongan warga dan menghubungi Polsek Dumai Timur,” jelasnya.

Untuk diduga sementara, korban nekat gantung diri lantaran memiliki masalah sama istrinya, hal itu dikuatkan dengan ditemukan sepucuk surat yang dibuat korban untuk istrinya. Bahkan, korban sempat menyampaikan pesan singkat kepada anaknya sebelum ia mengakhiri hidupnya.

Baca Juga:  Unggah di Media Sosial, Diduga Kuat Seorang Oknum ASN Instansi Vertikal Kota Dumai Langgar Netralitas

Selain itu, dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan terhadap korban dan pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum maupun otopsi terhadap jenazah korban.

“Kita bersama Tim Identifikasi Polres Dumai sudah melakukan olah TKP, akan tetap pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum dan otopsi. Jenazah korban sudah kita serahkan kepada pihak keluarga dengan membuat surat pernyataan dan akan dikebumikan secepatnya,” tutupnya.

Penulis: Edriwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *